ASPELINDO Hadiri Rapat Koordinasi Perumusan SNI Produk Pelumas 2026

JAKARTA – Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung terciptanya ekosistem industri pelumas dalam negeri yang sehat dan bermutu tinggi, kami di Asosiasi Pelumas Indonesia (ASPELINDO) senantiasa hadir dan berpartisipasi aktif dalam berbagai forum strategis pemangku kepentingan. Komitmen proaktif ini kembali kami wujudkan dengan memenuhi undangan resmi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Perumusan SNI lingkup Komite Teknis 75-03 Produk Pelumas. 

Rapat  koordinasi yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026 ini diselenggarakan di Kantor PT Pertamina Lubricants, lantai 15, Graha Pertamina, Jakarta Pusat. Pertemuan penting ini dihadiri oleh berbagai unsur perwakilan pemangku kepentingan industri guna membahas agenda utama terkait Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) serta kelanjutan draf Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk periode tahun 2026. 

Rapat koordinasi ini juga berjalan beriringan dengan dinamika pembaruan struktur keanggotaan pada Komite Teknis 75-03 Produk Pelumas, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 192/KEP/BSN/4/2026. Langkah penyegaran organisasi oleh BSN tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas perumusan standar dengan melibatkan keterwakilan pemangku kepentingan yang komprehensif, mulai dari unsur pemerintah, pakar teknik, konsumen, hingga perwakilan pelaku usaha. 

Dalam susunan kepengurusan komite teknis tersebut, sejumlah perwakilan dari berbagai korporasi yang juga merupakan bagian dari industri pelumas nasional turut memberikan sumbangsih pemikiran mereka secara objektif demi menghasilkan parameter teknis yang adil dan dapat diimplementasikan. 

Kolaborasi Berkelanjutan sebagai Mitra Strategis

Melalui partisipasi dalam forum koordinasi seperti ini, ASPELINDO memposisikan diri sebagai mitra diskusi yang proaktif bagi regulator dan badan standardisasi nasional. Kami meyakini bahwa perumusan SNI yang baik haruslah lahir dari diskusi yang terbuka dan berbasis data lapangan, agar standar yang tercipta mampu diaplikasikan dengan baik oleh industri manufaktur di tanah air tanpa memberatkan operasional usaha.

Seluruh masukan dan pandangan yang kami bawa dalam pertemuan ini senantiasa disandarkan pada semangat kebersamaan demi kemajuan industri pelumas nasional yang mandiri dan berdaya saing global. Forum koordinasi ditutup dengan tercapainya kesepahaman langkah bersama untuk agenda perumusan standar ke depan, dan kami di ASPELINDO akan terus mendukung jalannya program-program perumusan regulasi ini secara konsisten demi kepentingan industri dan masyarakat luas.