Memilih pelumas atau oli kendaraan seringkali dianggap hal sepele oleh banyak pemilik kendaraan. Padahal, keputusan dalam memilih pelumas yang tepat punya dampak nyata terhadap performa mesin, efisiensi bahan bakar, dan usia komponen mesin. Artikel ini akan mengupas beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat memilih pelumas — serta memberikan panduan sederhana agar Anda bisa memilih pelumas dengan lebih percaya diri dan tepat.
Memilih Pelumas Tanpa Memperhatikan Spesifikasi Mesin
Salah satu kesalahan paling sering adalah memilih pelumas hanya karena merek atau harga, tanpa memperhatikan spesifikasi mesin yang direkomendasikan pabrikan. Jika viskositas oli, kelas API/ACEA, atau standar lain tidak cocok dengan mesin, maka pelumas tidak akan bekerja optimal dan bisa mempercepat keausan.
Mengabaikan Label dan Keterangan Produk
Beberapa pengguna kendaraan memilih pelumas hanya berdasarkan “yang stok ada di bengkel” atau “yang paling murah”. Padahal label kemasan pelumas biasanya mencantumkan informasi penting seperti klasifikasi SAE (misalnya 10W-40), kode API (misalnya SN/CF), atau standar lainnya. Menerima rekomendasi mekanik itu baik, tapi mengetahui sendiri apa yang tertera di label akan membantu Anda membuat pilihan yang lebih tepat.
Menganggap Semua Pelumas Sama
Ada anggapan umum bahwa “oli pelumas ya begitu-begitu saja”-bahkan banyak yang merasa jenisnya tidak terlalu berpengaruh. Namun kenyataannya, kualitas base oil, aditif, dan proses pembuatannya sangat memengaruhi performa pelumas. Menyamaratakan semua pelumas dapat membawa risiko serius untuk mesin Anda.
Sebelum Anda memilih pelumas untuk kendaraan atau mesin, ada baiknya memahami lima aspek berikut ini:
- Baca manual book kendaraan Anda terlebih dulu. Lihat viskositas yang direkomendasikan, kelas pelayanan API atau ACEA yang disebutkan, serta catatan pabrikan terkait jenis mesin.
- Pastikan bahwa pelumas mencantumkan kode yang sesuai dengan mesin Anda (misalnya SAE, API, atau SNI). Jika kemasan hanya mencantumkan merek dan harga, tanpa kode teknis jelas, berhati-hati.
- Ganti pelumas sesuai interval yang direkomendasikan, dan jangan mengabaikan kondisi pelumas yang sudah menurun kualitasnya (misalnya warna gelap, bau terbakar, suara mesin terasa berbeda). Memilih pelumas tepat saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan perawatan rutin.
Memilih pelumas yang tepat bukan hanya soal “menghindari kerusakan mesin”, tetapi soal mendapatkan performa optimal dan umur panjang mesin. Dengan pelumas yang tepat dan pemilihan yang bijaksana, Anda bisa menikmati kendaraan yang lebih responsif, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, dan pengeluaran servis yang lebih rendah. Sebaliknya, pilihan pelumas yang salah bisa membuat Anda menghadapi downtime, biaya tak terduga, atau penggantian komponen mesin yang lebih cepat.
Sumber: